Google

Selasa, April 21, 2009

Kirim video

Ini Pinggiran pantai Tuban

neRuSin nGeliATnya YUUUK..

Selasa, September 30, 2008

MENGUCAPKAN
"MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN"
1 SYAWAL 1429 H

neRuSin nGeliATnya YUUUK..

Jumat, September 26, 2008

Melamin BERBAHAYA...??? Kemana aja Loe BPOM dan Menkes selama INI....????

Beberapa hari terakhir dalam media surat kabar (Radar Bogor...karena itu aja yang dibaca ama penulis he..he..he...) ribut tentang bahaya melamin yang terdapat dalam produk susu cina. Bahkan berita ini juga menjadi topik di beberapa wilayah terutama di asia setelah kedapatan beberapa anak di cina mencret gara - gara meminum susu yang disinyalir mengandung melamin.
Nah...beberapa hari kemudian BPOM mengeluarkan produk - produk yang harus ditarik dari peredaran disebabkan produk - produk tersebut berasal dan diproduksi di cina. alasannya takut mengandung melamin. Dan kemudian dihari berikutnya produsen yang merasa produknya disuruh tarik oleh BPOM meminta klarifikasi terhadap hal tersebut.
Yaa...itulah Indonesia..saat negara lain ribut "ini berbahaya bagi kesehatan.." otoritas kesehatan indonesia langsung ikut-ikutan ribut...wek..wek..wek..wek..kayak bebek.. Tanpa melakukan konfirmasi ulang terhadap produk langsung bilang "tarik.." eh habis itu diomelin orang banyak...he..he..he...he...
Harusnya dilakukan surveilance dulu menggunakan teknik - teknik epidemiologi...diliat penyebabnya... susunya yang mengandung melamin atau wadah buat minum susunya yang terbuat dari melamin....hayoooo tuh..mana yang bener....
Gak seharusnya pemerintah mengeluarkan perintah tentang bahayanya melamin saat -saat ini karena "latah.." ikut - ikutan negara lain. Padahal banyak produk wadah makanan beredar dipasaran terbuat dari melamin yang belum melalui uji keamanan. Kenapa BPOM gak ribut - ribut masalah melamin untuk wadah makanan yang banyak beredar tanpa adanya tanda aman "food grade.." apa karena gak ada KLB mencret dan mati seperti di CINA....???? ini yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah. Lalu kemana aja loe...kalo kata bahasa gaulnya setelah pemerintah negara lain melarang baru deh...ikut - ikutan...(sssstttt...maksudnya mau jadi pahlawan tuh BPOM....eh taunya jadi keliatan kayak orang BEGO...)
Untungnya orang Indonesia terbiasa bergaul atau makan bahan - bahan berbahaya, contohnya pewarna buat kain, formalin, tawas, dll...jadi kalo sekedar hanya memakan kandungan melamin yang cuman sedikit " Gak ngefek kaleee...." yah begitulah...kasian memang orang Indonesia..pemerintahnya membiarkan warganya mati perlahan - lahan....kasian...kasian..kasian..deh loe orang Indonesia yang punya pemerintahan cuek bebek dan tidak tegas....buktinya penjual makanan yang makanan yang menggunakan bahan-bahan berbahaya tidak pernah dimeja hijaukan...ini bentuk ketidak tegasan...jadi kalo ada salah satu TV swasta yang menanyangkan tentang pelanggaran tersebut otoritas kesehatan atau otoritas yang berwenang melihat kejadian itu hanya akan bilang.." eh tuh tuh liat tuh makanan itu mengandung ini itu yang berbahaya loh..." terus duduk aja sampe siaran tersebut selesai...terus kalo ditanya orang " loe lagi ngapaian nonton TV terus.." apa jawaban pejabat berwenang tersebut " ih..gw lage nyari tayangan investigasi mengenai pedagang makanan yang mencampurkan makanannya dengan bahan berbahaya ini itu.....seru tau..." Idih pejabat berwenang tersebut cuman bilang "seru tau..." sekali lagi "KACIAN DEH LOE ORANG INDONESIA..."""

neRuSin nGeliATnya YUUUK..

Senin, September 01, 2008

Ooooo...Rumah Cempaka Sari,,,,,

Silakan liat - liat kondisi rumahnya yaa......kira - kira enak gak ya...kalo dijadikan kontrakan....silakan isi dikolom kolom komentar atau telp ke 085921757469









neRuSin nGeliATnya YUUUK..

Sabtu, Juli 12, 2008

Manajemen Instalasi Gizi Simpel

MANAJEMEN PELAYANAN GIZI DI RUMAH SAKIT
INSTALASI GIZI

A. Latar Belakang
Pelayanan gizi di Rumah Sakit adalah pelayanan gizi yang disesuaikan dengan keadaan pasien
dan berdasarkan keadaan klinis, status gizi, dan status metabolisme tubuhnya. Keadaan gizi
pasien sangat berpengaruh pada proses penyembuhan penyakit, sebaliknya proses perjalanan
penyakit dapat berpengaruh terhadap keadaan gizi pasien.
Terapi gizi menjadi salah satu faktor penunjang utama penyembuhan. Untuk itu terapi gizi
harus disesuaikan dengan perubahan fungsi organ selama proses penyembuhan. Dengan kata
lain, pemberian diet pasien harus selalu dievaluasi dan diperbaikki sesuai dengan perubahan
keadaan klinis dan hasil pemeriksaan laboratorium, baik pasien rawat inap maupun rawat
jalan.

B. Tujuan
Tujuan Umum
Meningkatkan sistem kerja pelayanan gizi rumah sakit di Instalasi Gizi dengan
memperhatikan berbagai aspek gizi dan penyakit.

Tujuan Khusus
(1). Meningkatkan sistem kerja pelayanan gizi dan makanan di Instalasi Gizi.
(2). Meningkatkan sistem kerja pengolahan makanan di Instalasi Gizi.
(3). Meningkatkan sistem kerja gudang bahan makanan di Instalasi Gizi.

C. Kegiatan Pelayanan Gizi di Rumah Sakit
Instalasi Gizi dalam memberikan pelayanan Gizi di Rumah Sakit, mempunyai beberapa
kegiatan. Kegiatan tersebut adalah :
1. Penyelenggaraan Makanan.
2. Asuhan Gizi.
3. Penelitian dan pengembangan Gizi.

Penyelenggaraan Makanan adalah suatu rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan menu sampai dengan pendistribusian makanan kepada konsumen, dalam rangka pencapaian status kesehatan yang optimal melalui pemberian diet yang tepat.

Asuhan Gizi adalah suatu upaya pemenuhan zat gizi pasien, yang didalamnya terdapat kegiatan
pembuatan diagnosis masalah gizi, menentukan kebutuhan perencanaan gizi, memilih dan
mempersiapkan bahan/makanan/formula khusus, melaksanakan pemberian makanan, dan
evaluasi/pengkajian gizi dan pemantauan.

Penelitian dan pengembangan gizi di Instalasi Gizi Rumah Sakit merupakan pendukung kegiatan
PGRS, yang dilaksanakan secara terencana dan terus menerus seperti halnya kegiatan gizi yang
lainnya, dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan gizi di rumah sakit.

D. Struktur Organisasi
Untuk menunjang terlaksananya kegiatan tersebut, diperlukan suatu pengorganisasian.
Pengorganisasian ini didasarkan dari kegiatan pelayanan gizi tersebut.

E. Gambaran kerja strusktur organisasi
(1). Kepala Instalasi
Melakukan peran dari fungsi-fungsi manajemen bagian pelayanan, pengolahan, dan
gudang bahan makanan.
(2). Bagian Pelayanan.
Bertanggung jawab terhadap operasional pelayanan, yang meliputi pemesanan menu
makanan,pendistribusian makanan, penyajian makanan, penilaian terhadap
dayaterima/asupan makanan dan pengaturan diet yang diinstruksikan oleh dokter.
(3). Bagian Pengolahan.
Bertanggung jawab terhadap operasional dapur, yang meliputi penyediaan bahan
makanan
yang akan diolah, pengolahan makanan biasa dan makanan khusus, serta
penilaianterhadap kualitas rasa makanan.
(4). Bagian gudang Bahan Makanan.
Bertanggung jawab terhadap penerimaan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan,
pemorsian bahan makanan,dan pendistribusian bahan makanan.

neRuSin nGeliATnya YUUUK..